JAYAPURA — Pemerintah memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan di wilayah Papua tetap terjaga pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Badan Pangan Nasional, E. Rini Yusniana, yang turut turun langsung ke lokasi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan dan distribusi pangan berjalan hingga wilayah terluar.
“Peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga pangan benar-benar dirasakan masyarakat Papua Pegunungan. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar pasokan pangan tetap aman, terutama menjelang Idulfitri,” ujarnya saat koordinasi kegiatan Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Provinsi Papua Pegunungan, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan koordinasi dengan Perum Bulog wilayah Papua, stok beras di Jayapura saat ini mencapai sekitar 2.000 ton dan dinilai mencukupi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Untuk semakin memperkuat cadangan, tambahan pasokan sebanyak 775 ton sedang dalam perjalanan menuju Papua.
Ketersediaan minyak goreng rakyat MinyaKita juga tetap terjaga. Di Gudang Bulog Argapura Jayapura tercatat stok MinyaKita sebanyak 7.200 liter yang diprioritaskan untuk pedagang di pasar pantauan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, bantuan pangan periode Oktober–November 2025 di wilayah Papua juga menunjukkan capaian positif di mana realisasi penyalurannya telah mencapai 97,5 persen. Pemerintah terus menuntaskan distribusi hingga daerah yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tinggi, termasuk wilayah pegunungan.
Adapun pada tahun 2026, alokasi penerima bantuan pangan di wilayah Tanah Papua tercatat mencapai 838.696 penerima yang tersebar di enam provinsi: Papua sebanyak 118.076 penerima, Papua Barat 74.044 penerima, Papua Barat Daya 78.965 penerima, Papua Pegunungan 265.356 penerima, Papua Selatan 73.601 penerima, dan Papua Tengah 228.654 penerima.
Sinergi lintas lembaga terus diperkuat antara Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Polda Papua guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran. Pemanfaatan gudang filial di Polres setempat menjadi salah satu strategi untuk memperpendek rantai distribusi serta mempercepat penyaluran ke wilayah terpencil.
Sejalan dengan arahan Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, penguatan distribusi pangan hingga wilayah 3T menjadi perhatian utama pemerintah menjelang Ramadan dan Idulfitri agar tidak terjadi disparitas harga maupun kekurangan pasokan antarwilayah.
Sebagai langkah antisipatif, frekuensi Gerakan Pangan Murah di wilayah Papua akan ditingkatkan. Upaya Fasilitasi Distribusi Pangan juga terus didorong agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok, termasuk MinyaKita dan beras SPHP, dengan harga terjangkau.
Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan pasokan serta stabilitas harga pangan tetap terjaga hingga ke wilayah terpencil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang.
-----
Siaran Pers
Badan Pangan Nasional (Bapanas)
108/R-BAPANAS/II/2026
24 Februari 2026







