*Siaran Pers*
*Badan Pangan Nasional (Bapanas)*
529/R-BAPANAS/XII/2025
29 Desember 2025
JAKARTA – Dalam mendukung peningkatan produksi dalam negeri, pemerintah telah menetapkan target penyerapan setara beras bagi Perum Bulog untuk tahun depan. Ini kembali menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap petani pangan dalam negeri di mana target tahun ini telah tercapai lebih dari 3 juta ton.
"Kita target 4 juta ton (tahun 2026), seluruh Indonesia. (Nanti) di panen raya, minimal (serap) 2 juta ton. Kalau bisa, 2,5 juta ton. Ini stok kita per detik ini 3,39 juta ton. Ini tertinggi selama merdeka," ungkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Senin (29/12/2025).
"Inilah stok tertinggi di akhir tahun selama merdeka. (Jadi) bukan aman, ada sangatnya. (Stok kita) sangat aman," tambah Amran.
Adapun realisasi pengadaan setara beras bersumber dari produksi dalam negeri yang telah dilaksanakan Perum Bulog di sepanjang tahun 2025 ini telah mencapai 3,435 juta ton. Capaian ini telah melampaui 114,5 persen dari target serap beras 3 juta ton. Apalagi tidak ada impor beras di tahun ini yang dilaksanakan Bulog untuk penambahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Dalam catatan Bapanas, stok beras Bulog sampai akhir tahun belum pernah mencapai lebih dari 3 juta ton dengan tidak ada pasokan dari importasi. Sementara kondisi stok beras yang ada di Bulog sampai minggu terakhir Desember masih ada 3,39 juta ton, sehingga baru di tahun ini, stok CBP menyentuh lebih dari 3 juta ton dengan mengoptimalkan produksi dalam negeri.
Tercatat di 2008 yang tak ada impor, stok akhir CBP berada di 1,1 juta ton. Lalu 2009 yang juga nihil impor, di akhir tahun menyisakan 1,6 juta ton. Sementara di 2019 sampai 2021 yang juga tidak ada impor beras, sampai akhir tahun stok CBP masing-masing di tiga tahun tersebut berada di angka 2,2 juta ton, 1,9 juta ton, dan 0,8 juta ton.
Penambahan target serapan setara beras di tahun depan juga didukung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Menko Zulhas percaya peran Perum Bulog sangat krusial dalam penstabilan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan menjaga harga gabah di tingkat petani.
"Oleh karena itu, tadi kami putuskan Cadangan Beras Pemerintah kita dari 3 juta ton, kita naikkan jadi 4 juta ton, agar lebih mudah nanti untuk SPHP, untuk bantuan pangan, dan lain sebagainya," ujar Zulhas.
"Mengenai peran Bulog, Bulog ini menjadi andalan kita, terbukti berhasil. Harga gabah sekarang sudah Rp 6.500 per kilo. Penyerap gabah juga Bulog," kata Zulhas lagi.
Selain itu, Menko Pangan Zulhas mengungkapkan tentang margin bagi Perum Bulog agar dapat lebih ditingkatkan. Ini agar dapat mewujudkan beras satu harga di seluruh Indonesia.
"Bulog itu hanya dikasih margin Rp 50 kali 3 juta, Rp 150 miliar. Bagaimana bisa mengirim ke Papua, ke Maluku satu harga, kan tidak mungkin. Nah ini nanti kita akan bicarakan dengan BPKP, kita akan hitung agar nanti berhasil bisa satu harga di seluruh Indonesia," pungkas Menko Zulhas.
----------------







